BANDUNG | portfolio.analisasibernews.com/ – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor koperasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi kerakyatan. Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Bupati Bandung Dadang Supriatna ke Kementerian Koperasi Republik Indonesia di Jakarta, Senin (3/8/2026), guna membahas strategi pengembangan koperasi yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Bandung didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung Dindin Syahidin serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia Farida Farichah.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat sektor pertanian dan peternakan yang menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Bandung.
Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Dalam pertemuan itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan melalui penguatan kelembagaan koperasi.
Menurutnya, koperasi memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat karena mampu menghubungkan berbagai mata rantai usaha, mulai dari penyediaan sarana produksi, akses pembiayaan, pengolahan hasil produksi, hingga pemasaran.
“Kami berharap melalui kunjungan kerja ini terjalin kolaborasi yang semakin erat antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan Kementerian Koperasi RI dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan,” ujar Dadang Supriatna.
Ia menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar wadah berkumpulnya anggota, melainkan lembaga ekonomi yang harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggotanya.
Koperasi Didorong Lebih Profesional
Pemkab Bandung terus mendorong transformasi koperasi agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Penguatan kelembagaan koperasi dinilai menjadi langkah penting agar koperasi mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada anggotanya sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.
Menurut Dadang Supriatna, koperasi harus mampu menjadi lembaga ekonomi yang sehat, transparan, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menjawab kebutuhan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, maupun peternak.
Dengan tata kelola yang baik, koperasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam, tetapi juga mampu berkembang menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat yang terintegrasi.
Dukung Sektor Pertanian dan Peternakan
Dalam pembahasan tersebut, sektor pertanian dan peternakan menjadi salah satu fokus utama yang dibahas bersama Kementerian Koperasi RI.
Kabupaten Bandung memiliki potensi besar di sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, penguatan koperasi dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi tawar para petani.
Melalui koperasi, petani diharapkan memperoleh kemudahan dalam mendapatkan sarana produksi, akses permodalan, pendampingan usaha, hingga pemasaran hasil pertanian yang lebih luas dan menguntungkan.
Hal serupa juga berlaku bagi sektor peternakan yang memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian daerah. Dengan dukungan koperasi yang kuat, pelaku usaha peternakan diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi dan memperluas jaringan pemasaran.
Wujudkan Ekonomi Kerakyatan
Pemkab Bandung meyakini bahwa koperasi merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Keberadaan koperasi diyakini mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui sistem usaha yang mengedepankan prinsip kebersamaan, gotong royong, dan pemerataan manfaat ekonomi.
Selain meningkatkan kapasitas kelembagaan, koperasi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat menghadapi berbagai tantangan.
Oleh karena itu, pengembangan koperasi menjadi salah satu prioritas yang terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.
Kolaborasi Lintas Sektor
Pertemuan antara Pemkab Bandung dan Kementerian Koperasi RI juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, pelaku koperasi, hingga masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem koperasi yang sehat dan berkelanjutan.
Melalui dukungan kebijakan, pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi digital, koperasi diharapkan mampu berkembang menjadi lembaga ekonomi modern yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Optimistis Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Pemkab Bandung optimistis bahwa penguatan koperasi akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan koperasi yang sehat, profesional, dan memiliki daya saing tinggi, pelaku usaha, petani, peternak, serta UMKM akan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Selain memperkuat ekonomi lokal, pengembangan koperasi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan Kementerian Koperasi Republik Indonesia, diharapkan lahir berbagai program strategis yang mampu mempercepat transformasi koperasi menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang modern, mandiri, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pembangunan nasional, sekaligus memastikan koperasi tetap menjadi salah satu penggerak utama peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bandung.
Sumber: Diskominfo Kabupaten Bandung
Perwarta : Ajunaedi
Editor : Yudi Sayuti S.T.
