KABUPATEN BANDUNG| portfolio.analisasibernews.com/ – Musibah kebakaran hebat melanda permukiman warga di Kampung Cimentrik RT 02/07, Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Senin dini hari (3/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Akibat peristiwa tersebut, empat unit rumah warga ludes dilalap si jago merah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, api pertama kali diketahui warga muncul dari salah satu bangunan. Kobaran api kemudian dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya karena jarak antarbangunan yang berdekatan serta sebagian besar bangunan menggunakan material kayu yang mudah terbakar.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting atau arus pendek listrik. Penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Empat rumah yang hangus terbakar tersebut dihuni oleh lima Kepala Keluarga (KK) dengan total 12 jiwa. Rumah-rumah tersebut merupakan milik Koswara, Jajang, Nurdin, dan Abas. Dari empat bangunan yang terbakar, tiga merupakan rumah panggung, sedangkan satu lainnya merupakan rumah semi permanen.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.
“Kebakaran terjadi dini hari tadi. Petugas Damkar bersama unsur terkait langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman,” ujarnya.
Proses pemadaman melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung, BPBD Kabupaten Bandung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta masyarakat setempat yang bahu-membahu membantu proses penanganan kebakaran.
Berkat kerja sama seluruh unsur, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 02.00 WIB sehingga tidak merembet ke permukiman lainnya.
Saat ini, para korban untuk sementara diungsikan ke rumah kerabat dan lokasi yang dinilai aman. Pemerintah Desa Baros bersama Pemerintah Kecamatan Arjasari dan instansi terkait tengah menyalurkan bantuan darurat berupa terpal, perlengkapan tidur, sembako, serta kebutuhan pokok lainnya.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mengantisipasi terjadinya korsleting yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau.
Jurnalis: Ajunaedi
