SIARAN PERS EKSKLUSIF
Bandung, 02/07/2026
ANALISASIBERNEWS.COM
UU 23/2014 + PP no12 / 2019 :
Sinergi Kepala Daerah & Wakil Adalah Perintah UU, Bukan Pilihan
Publik Kota Bandung tidak butuh tontonan perseteruan .
Publik butuh teladan. Ketika ada gesekan di puncak pimpinan daerah, yang paling dirugikan bukan A atau B, 2,5 juta warga yang nunggu pelayanan jalan.
Sebagai Pengamat Kebijakan publik & Politik, rilis ini saya susun sebagai ” pelajaran publik” agar konflik internal tidak lagi jadi konsumsi negatif warga.
1.*ALUR HUKUM: SINERGI ITU WAJIB, BUKAN SUKARELA*
*UU 23/ 2014 tentang
Pemerintahan Daerah Pasal 65 ayat 1
*Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Mempunyai tugas dan wewenang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan Pasal 66: Wakil Kepala Daerah membantu Kepala Daerah dalam memimpin*….
*Penjelasan Resmi UU* :
“Membantu” = 1 komando, 1 visi, 1 kerja. Bukan 2 komando ,2 visi ,2 arah .
*PP 12/ 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah*:Semua kebijakan, anggaran,SPMB wajib ditandatangani & di komandoi Kepala Daerah.
Wakil membantu .Kalau komandonya retak , APBD macet, program no rakyat mangkrak.
*KESIMPULAN HUKUM*
Sumpah jabatan kepala daerah+ wakil = sumpah untuk ” bekerja sama”
Konflik terbuka= melanggar semangat UU Pemda.
2*EVIDEN +
ARGUMENTASI: KENAPA PUBLIKYA KORBAN” ?
Kalau Pimpinan Kompak kalau Pimpinan Bersiteru terbuka
1.*Edukasi Publik*
Rakyat belajar” Bedanya pendapat itu wajar , tapi putusan tetap 1″ Ini demokrasi dewasa.
1*Deedukasi Publik”
Rakyat belajar: ” Pejabat aja berantem di media .Pantas kita Juda ribut”. Etika adab publik runtuh.
2*.OPD Fokus Kerja”
Sekda + OPD dapat 1 perintah .jalan lurus urus sampah , macet , dll
2* OPD Binggung”
Sekda + OPD dapat 2 sinyal .Hatibininikut A, besok ikut B. Kerja jadi politik , bukan pelayanan.
3*. Kepercayaan Naik ”
Investor+ warga percaya: “Bandung stabil , dipimpin tim solid “.
4*. Kepercayaan Runtuh”
Investor mundur , warga apatis : ” Mending ngurus diri sendiri”. Bandung Unggul jadi * slogan kosong* .
*Argumentasi Marwah*
Pemimpin dipilih rakyat bukan untuk pamer ego.
Pemimpin dipilih untuk mendewasakan” rakyat lewat tindakan .Kalau yang ditunjukkan ke publik cuma konflik,maka rakyat Bandung tidak dapat pelajar apa-apa apa kecuali *politik itu kotor*. Padahal politik seharusnya ilmu memecahkan masalah bersama.
3.*TUNTUTAN ELEGAN UNTUK PIMPINAN KOTA*
1.*Tutup Pintu ,Buka Buku UU*
Sekesaikan beda pendapat diruang rapat , sesuatu UU 23/ 2014 .Jangan di ruang media.Rakyat bayar gaji untuk kerja, bukan untuk drama.
2 *Berikan Pelajaran Bukan Perpecahan*
Jadikan perbedaan pendapat sebagai” kuliah demokrasi” untuk warga ‘
” Begini cara pemimpin dewasa beda pendapat tapi tetap kerja untuk rakyat”. Itu baru Marwah.
3.*Ingat Sumpah Jabatan*
Sumpahnya bukan ke partai, bukan ke tim sukses Sumpahnya ke Tuhan+ ke rakyat Bandung.Kalau sumpah itu dilupakan ,maka hukum alam yang akan menagih: jabatan hilang, kepercayaan hilang.
*Penutup Pengamat*:
*Bandung tidak kekurangan orang pintar .Bandung kekurangan contoh kedewasaan.Sejarah mencatat: Kota besar lahir dari pemimpin yang bisa beda kanarvtapibsatu tujuan*
*Kalau Pimpinan terus Bersiteru di depan publik, maka yang kalah bukan A atau B .Yang kalah adalah marwah Kota Bandung.*
*Pemimpin dewasa bukan yang tidak pernah beda pendapat Pemimpin dewasa adalah yang bisa beda pendapat tanpa membuat rakyatnya ikut terbelah*”.
*R.WEMPY SYAMKARYA ,S.H.M.H.
