DEPOK | portfolio.analisasibernews.com/ – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, memberikan kuliah umum mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada sekitar 5.000 mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (4/8/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya BNN RI dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika sejak memasuki dunia pendidikan tinggi.

Melalui pembekalan ini, para mahasiswa baru diharapkan memiliki pemahaman yang kuat mengenai ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sekaligus menjadi generasi yang mampu menjaga diri serta berperan aktif dalam upaya pencegahan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Perguruan Tinggi Dinilai Rentan Menjadi Sasaran Jaringan Narkotika

Dalam kuliah umum tersebut, Kepala BNN RI menegaskan bahwa lingkungan perguruan tinggi menjadi salah satu target yang kerap dibidik jaringan peredaran gelap narkotika.

Menurutnya, mahasiswa merupakan kelompok strategis yang memiliki potensi besar sebagai calon pemimpin bangsa, sehingga harus memiliki ketahanan diri yang kuat terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.

Ia menjelaskan bahwa pelaku peredaran narkotika sering menggunakan berbagai modus untuk mendekati kalangan mahasiswa, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, hingga bujuk rayu yang menjanjikan keuntungan finansial.

Oleh karena itu, mahasiswa dituntut memiliki integritas, keberanian, serta komitmen untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan maupun keterlibatan dalam jaringan peredaran gelap narkotika.

Bangun Ketahanan Sejak Awal Masa Kuliah

Pemberian materi P4GN kepada mahasiswa baru merupakan salah satu strategi preventif yang terus dikembangkan BNN RI.

Melalui edukasi sejak awal memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk ancaman narkotika, memahami dampak buruk penyalahgunaannya, serta memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi berbagai bentuk ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, pembekalan juga bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang sehat, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan akademik.

BNN RI meyakini bahwa pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.

Mahasiswa Didorong Menjadi Agen Perubahan

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI mengajak seluruh mahasiswa Universitas Indonesia untuk mengambil peran sebagai agent of change atau agen perubahan.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab menjaga diri sendiri dari penyalahgunaan narkotika, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengedukasi lingkungan sekitar.

Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai bahaya narkotika, membangun budaya hidup sehat, serta mengajak masyarakat untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Keterlibatan aktif mahasiswa dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat gerakan nasional pemberantasan narkoba.

Perkuat Program Kampus Bersinar

Pada kesempatan itu, Kepala BNN RI juga menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui Program Kampus Bersinar (Bersih Narkoba).

Program tersebut merupakan bentuk sinergi antara BNN dan institusi pendidikan tinggi dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan seluruh sivitas akademika memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan kampus agar tetap kondusif dan mendukung terciptanya generasi muda yang berkualitas.

Selain kegiatan edukasi, program ini juga mencakup penguatan kebijakan kampus, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan berbagai kegiatan pencegahan berbasis komunitas mahasiswa.

Mahasiswa Merupakan Aset Bangsa

Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa mahasiswa merupakan aset bangsa yang memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.

“Mahasiswa adalah aset bangsa yang sangat berharga. Masa depan Indonesia Emas berada di tangan generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari narkoba,” tegas Kepala BNN RI.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas generasi muda sangat menentukan keberhasilan pembangunan nasional di masa mendatang.

Karena itu, menjaga mahasiswa dari ancaman narkotika merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Antusiasme Ribuan Mahasiswa Baru

Kegiatan kuliah umum berlangsung tertib, interaktif, dan mendapat sambutan antusias dari sekitar 5.000 mahasiswa baru Universitas Indonesia yang memenuhi Balairung UI.

Para peserta mengikuti pemaparan materi mengenai bahaya narkotika, strategi pencegahan, serta pentingnya membangun lingkungan kampus yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para mahasiswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menjalani kehidupan akademik secara produktif, berprestasi, serta mampu menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitarnya.

Wujudkan Indonesia Bersih dari Narkoba

Pembekalan yang diberikan BNN RI merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun ketahanan nasional melalui penguatan generasi muda.

Dengan sinergi antara BNN, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika semakin efektif dan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta bebas dari peredaran gelap narkotika.

Melalui komitmen bersama tersebut, generasi muda Indonesia diharapkan tumbuh menjadi insan yang berintegritas, berprestasi, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang maju, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba.


Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN RI

Penulis : Wid
Editor : Yudi Sayuti, S.T.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *