portfolio.analisasibernews.com/ I PEKALONGAN BARAT — Kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan panggung megah, pengeras suara yang memekakkan telinga, atau baliho yang memenuhi jalan.
Kadang, makna kemerdekaan justru terlihat sederhana: sehelai Merah Putih yang berkibar di depan rumah, tembok yang dicat kembali, jalan kampung yang dibersihkan, dan warga yang turun tangan bersama.
Itulah suasana yang terlihat di Gang Pembangunan, Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, tempat tinggal Wakaperwil Jateng, Ujang Haris.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para pemuda bersama orang tua bahu-membahu melakukan gotong royong. Lingkungan dibersihkan, tembok dipercantik, dan Bendera Merah Putih dipasang di berbagai sudut perkampungan.
Sebuah pemandangan sederhana. Namun justru di situlah ironi kemerdekaan terasa.
Kita sering berbicara tentang pembangunan besar, tetapi lupa bahwa pembangunan paling dekat dengan rakyat dimulai dari lingkungan tempat kaki berpijak.
Tidak perlu menunggu anggaran besar untuk membuat kampung terlihat indah. Tidak harus menunggu instruksi dari atas untuk membersihkan lingkungan.
Ketika warga masih mau mengambil sapu, membawa alat pengecat, memasang bendera, dan bekerja bersama, sesungguhnya semangat kemerdekaan masih hidup.
Ujang Haris, selaku Wakaperwil Jateng sekaligus warga Gang Pembangunan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar mempercantik lingkungan menjelang HUT RI.
Menurutnya, kebersihan dan keindahan kampung harus menjadi kebiasaan yang dijaga bersama, bukan hanya muncul ketika bulan Agustus tiba.
«“Saya berharap warga terus menjaga lingkungan tempat tinggal kita agar tetap indah, bersih dan sehat. Gotong royong jangan hanya dilakukan ketika menyambut HUT RI, tetapi menjadi budaya kita sehari-hari,” pesan Ujang Haris.»
Kini, Gang Pembangunan Podosugih tampak lebih tertata. Jalan kampung terlihat bersih, tembok dipercantik, sementara Merah Putih berkibar menjadi simbol bahwa rasa cinta terhadap tanah air bisa dimulai dari halaman rumah sendiri.
Sebab, Indonesia tidak hanya dibangun dari gedung-gedung tinggi dan proyek-proyek besar. Indonesia juga dibangun dari gang-gang kecil yang warganya masih mau bergandengan tangan.
Dan mungkin, inilah wajah kemerdekaan yang paling jujur:
Bukan siapa yang paling banyak memasang spanduk tentang nasionalisme, tetapi siapa yang masih mau turun tangan menjaga lingkungan tempat tinggalnya.
Dari Gang Pembangunan Podosugih, pesan itu sederhana:
Merah Putih boleh berkibar di langit, tetapi semangat persatuan harus tetap hidup di antara warga.
Wakaperwil Jateng
Ujang Haris
